Motivasi dan Pengembangan Diri

Risalah Hidup Jalaluddin Rumi yang Akan Merubah Pemikianmu

Photo by Stephen Leonardi on Unsplash

Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh pada tahuh 1207 Masehi. Ayahnya masih keturunan Sayyidina Abu Bakar, bernama Bahauddin Walad. Sedang ibunya berasal dari keluarga kerajaan Khwarazm.

Ayah Rumi seorang cendekia yang saleh, ia mampu berpandangan ke depan, seorang guru yang terkenal di Balkh. Saat Rumi berusia tiga tahun, karena terancam oleh serbuan Mongol, keluarganya meninggalkan Balkh melalui Khurasan dan Suriah, sampai ke Provinsi Rum di Anatolia tengah, yang merupakan bagian Turki sekarang.

Mereka menetap di Qonya, ibu kota provinsi Rum. Dalam pengembaraan dan pengungsiannya tersebut, keluarganya sempat singgah di kota Nishapur yang merupakan tempat kelahiran penyair dan ahli matematika Omar Khayyam. Di kota ini Rumi bertemu dengan Attar yang meramalkan si bocah pengungsi ini kelak akan masyhur yang akan menyalakan api gairah Ketuhanan.

Rumi adalah penyair dan cendekiawan Persia dari abad ke 13. Kata-kata dan kebijaksanaannya telah melewati semua batas dan terus bertahan dalam ujian waktu. Kata-kata yang dia ucapkan sangat indah, dan tidak heran dia telah mempengaruhi dan menginspirasi banyak seniman selama bertahun-tahun.

Risalahnya mencuat untuk mengubah hidupmu menjadi lebih baik dengan mengundang harapan, cinta, dan kesadaran akan hidup. Berikut adalah risalah yang akan membuka hati dan pikiranmu terhadap keindahan yang ada di dalam dirimu, dengan demikian akan mengubah cara berpikirmu.

“Seni mengetahui adalah mengetahui apa yang harus diabaikan. Abaikan hal-hal yang membuatmu takut dan sedih, yang membuatmu kembali ke penyakit dan kematian.”

Akan ada orang yang akan mencoba menghentikanmu untuk mengejar impianmu dan sebagian besar dari mereka akan memproyeksikan ketakutanmu, dan mereka tentunya akan menghilangkan keyakinan pada dirimu.

Cara untuk melindungi apa yang menjadi keyakinamu dan tetap produktif adalah dengan mengatakan ‘tidak’ kepada siapa pun atau apa pun yang dapat mengganggumu .

Kita dihadapkan pada begitu banyak kebisingan dalam hidup yang terkadang kita mudah tersesat di dalamnya. Kuncinya adalah mengatakan tidak. Katakan tidak pada apa yang membuatmu ragu, abaikan saja. Katakan tidak pada orang yang menahanmu melakukan kebaikan, abaikan mereka. Katakan tidak pada rasa takut, negatif, dan kritikan yang buruk, abaikan saja.

Jika kamu ingin merubah hidupmu, kamu harus menghilangkan kebisingannya. Temukan kekuatan dengan mengabaikan apa yang menghalangi dirimu dari fokus kehidupan, untuk menjadi lebih baik dan bergerak maju dalam mencapai potensi tertinggi dari dirimu.

“Kemarin aku menjadi pintar. Aku ingin merubah dunia. Hari ini aku menjadi bijak. Aku ingin merubah diriku sendiri.”

Siapa dirimu sepuluh tahun yang lalu dan siapa dirimu sekarang adalah dua orang yang berbeda. Hal yang sama berlaku pada diriku. Yang dimulai sebagai perjalanan mencari jawaban untuk “bagaimana aku bisa mengubah dunia ini dengan ide-ideku”, dan “bagaimana aku bisa mengubah diriku sendiri sehingga aku lebih cocok untuk berkontribusi pada dunia ini.”

Mengubah diri sendiri tidak berarti menjadi orang yang berbeda, kita harus berusaha meningkatkan diri menjadi lebih baik, pelajari bagaimana memiliki kesadaran diri yang lebih tinggi, menumbuhkan pola pikir yang lebih kuat, menemukan makna dalam apa yang kamu lakukan dan mengembangkan kebiasaan yang meningkatkan produktivitasmu.

Tujuanmu adalah untuk memahami diri sendiri dengan lebih baik dan menjadi lebih bersyukur, tangguh, percaya diri, dan produktif dalam kehidupan sehari-hari. Berusahalah untuk memperbaiki diri sendiri, hanya dengan begitu kamu dapat berada dalam posisi untuk memberikan kontribusi perubahan positif bagi dunia.

“Luka adalah tempat dimana cahaya memasukimu.”

Pada tahun 2016, aku mengalami kecelakaan sepeda motor di jalan. Sangat menyakitkan, yang membuat akhirnya aku harus menghabiskan 5 bulan untuk pemulihan. Tetapi kecelakaan itu, luka itu, mengubahku.

Cahaya didefinisikan sebagai “partikel alami yang merangsang penglihatan dan membuat segala sesuatu terlihat.” Melalui kecelakaan itu, cahaya masuk untuk menunjukkan hal-hal yang tidak aku ketahui. Hal itu mengajariku untuk memperlambat hidup dan menghargai apa yang aku miliki. Membuka mataku akan keberlimpahan dalam hidup dan menjadi orang yang mudah bersyukur.

Cahaya membuat segala sesuatu terlihat, dan luka adalah tempat cahaya memasuki dirimu. Kita semua mengalami rasa sakit, kesedihan, dan kemalangan dalam hidup, tidak ada jalan yang bebas dari gundukan. Kuncinya adalah untuk tidak menjadi buta dalam kegelapan saat ini dan tinggal dalam rasa kesedihan pada diri sendiri, tetapi membiarkan cahaya memasuki dirimu dan menunjukkan kepadamu semua yang tidak dapat kamu lihat.

“Tugasmu bukan mencari cinta, tetapi hanya mencari dan menemukan semua hambatan dalam dirimu, yang telah kau bangun untuk melawannya.”

Sangat indah, apa yang Rumi katakan adalah kita harus belajar mencintai diri sendiri sebelum mencoba mencintai orang lain.

Ketika kita pertama kali lahir ke dunia ini, kita terselimuti dengan rasa kegembiraan, berteriak dan menangis untuk menyatakan kita hidup pada realita kehidupan ini. Pemikiran seperti “Aku bodoh”, “Aku jelek” atau “Aku bukan orang baik” adalah hal-hal yang kita percayai, karena kita menyematkan kata-kata itu dalam hidup kita dan kita tidak pernah mempertanyakannya, atau karena kita berulang kali mengataka hal-hal itu kepada diri kita sendiri, dan seiring waktu, hal itu tertanam dalam pikiran bawah sadar kita bahwa kita adalah orang yang buruk.

Rasa pedulu terhadap diri sendiri diperlukan untuk menjaga kesadaranmu. Itu berarti mencintai diri sendiri dengan apa adanya hari ini dan memaafkan apa yang ada di masa lalumu, hal tersebut akan mengubah kisah pada dirimu sendiri, dan katakanlah “Aku mencintai diriku sendiri” dan “Aku adalah orang yang baik”.

“Kamu terlahir dengan potensi. Kamu terlahir dgn kebaikan dan kepercayaan. Kamu terlahir dengan cita dan mimpi. Kamu terlahir dengan kejayaan. Kamu terlahir dengan sayap-sayap. Kamu tidak dilahirkan merangkak, jadi jangan lakukan. Kamu memiliki sayap-sayap. Pelajari menggunakannya dan terbanglah”

Kamu terlahir dengan sayap. Kamu ditakdirkan untuk terbang, menjelajah, dan menemukan kebaikan. Mengapa kamu merangkak? Mengapa kamu tidak mengembangkan sayapmu, dan mengisinya dengan angin keyakinan?

Apakah karena kamu takut?

Itu sangat normal karena rasa takut ada di mana-mana, ketakutan selalu ada, namun seiring berjalannya waktu, aku belajar bahwa ketakutan bukanlah sesuatu yang harus diatasi, melainkan hanya emosi yang harus kita salurkan secara berbeda. Ketakutan adalah naluri dan hanya muncul untuk hal-hal yang kita menganggap itu adalah hal penting, bentuk perlawanan untuk menghentikan kita dari menyalurkan angin kebaikan kita.

Tidak ingin melakukan sesuatu akan membuatmu merasa tidak perduli tentang suatu hal, dan dengan demikian rasa takut berkurang. Hanya ketika kamu memiliki kecenderungan untuk sesuatu minat, ketakutan itu meningkat. Jika kamu menyerah pada ketakutan itu, kamu akan terus merangkak dalam kehidupan, jika kamu bisa menghadapi rasa takut itu, kamu akan bisa melebarkan sayapmu dan terbang ke penjuru dunia.

Sekian dulu ya pembahasan artikel hari ini, semoga teman-teman bisa mendapat manfaat dari apa yang aku tuliskan. Bila teman-teman rasa postingan ini bermanfaat, berikan aku “claps” ya, agar aku lebih bersemangat lagi untuk menuliskan pembelajaranku mengenai banyak hal.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.

--

--

--

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Desi Ratna Ningsih

Desi Ratna Ningsih

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

More from Medium

Title

Two Questions Assignment

Memory, Imagination & How Art Copulates WTime