KESEHATAN

Kamu Akan Sakit Jika Mengkonsumsi Makanan Ini

Photo by Sander Dalhuisen on Unsplash

Kisah kesehatan kita cukup unik untuk dibahas, sehatnya tubuh kita bermula dari living food atau makan-makanan alami, tinggi kandungan gizi, tumbuh di tanah bermineral tinggi, mendapat suplai matahari, tidak banyak mengalami pengolahan dan tidak menggunakan bahan sintetis.

Secara sederhana, saat tubuh kita membutuhkan energi, otak memberikan suatu sensasi lapar yang kemudian diteruskan untuk dieksekusi melalui makanan yang kita konsumsi. Artinya, saat itu tubuh kita kekurangan energi dan harus disuplai dengan energi dari luar berupa makanan.

Secara normal, berarti setelah energi masuk, apa yang harusnya kita rasakan? Tentu seharusnya kita merasa semakin berenergi. Akan tetapi, bagaimana kenyataannya? Kebanyakan dari kita justru sebaliknya. Kita justru merasa mengantuk setelah makan, Apa penyebabnya? Perut kita sudah tidak optimal dalam mengolah makanan yang masuk. Hal itu terjadi karena perut kita bermasalah.

Perut yang sudah bermasalah tidak bisa mencerna makanan dengan baik. Apa yang menyebabkan perut bermasalah? Tentunya cara makan dan makanan yang salah. Tubuh yang sehat dimulai dari pencernaan atau perut yang sehat. Jika perut bermasalah, dipenuhi makanan tinggi gula, kurang serat, dan tercampur dengan bahan kimia sintetis, bisa dipastikan perut akan jadi rumah penyakit.

Mari simak pembahasan selanjutnya mengenai makanan yang rentan akan membuat kamu sakit.

1. Produk Olahan

Ada sekitar 3.000 enzim dalam perut kita, semuanya bekerja pagi, siang dan malam. Semua enzim itu mengatur lebih dari 25.000 jenis reaksi kimiawi enzim dalam tubuh kita. Jadi, kalau yang satu bermasalah, yang lainnya pun akan bermasalah karena tubuh kita ini adalah satu kesatuan.

Apa penyebab enzim kta bermasalah? Penyebabnya adalah seringnya dimasuki bahan-bahan oplosan. Setiap produk olahan yang menggunakan bahan kimia, berupa pengawet, penyedap, dan perisa sangat mengganggu enzim, termasuk obat-obatan kimia.

Makanan yang diolah, mulai dari kukus, rebus, bakar atau goreng juga mengganggu sisitem kerja enzim. Maka dari itu, para ahli nutrisi menyarankan agar dalam sehari ada makanan mentah yang kita konsumsi supaya enzim tetap aman. Dianjurkan juga untuk mengonsumsi buah-buahan setiap harinya.

Kandungan gizi dari makanan yang dibakar dan digoreng sudah banyak berkurang. Maka dari itu, bagi yang suka makanan yang dibakar atau digoreng, perbanyaklah mengkonsumsi sayuran dan buah.

2. Gula Putih Adalah Racun

Gula sejatinya merupakan karbohidrat kompleks saat masih dalam bentuk aslinya, yaitu gula tebu. Akan tetapi, setelah diproses, gula tersebut menjadi karbohidrat sederhana yang ujung-ujungnya menimbulkan masalah untuk tubuh kita. Bahkan, beberapa pakar nutrisi menyebut gula pasir sebagai racun, bukan pemanis. Ada lebih dari tujuh puluh penyakit yang bisa dipacu dengan mengkonsumsi gula pasir, dua diantaranya sebagai berikut.

  • Gula menekan imunitas tubuh dan melemahkan pertahanan tubuh terhadap infeksi.
  • Gula merusak keseimbangan mineral dalam tubuh yang menyebabkan kekurangan chromium (zat pembentukan tulang, glukosa, hemoglobin DLL), dan tembaga (copper) serta menghalangi penyerapan kalsium dan megnesium.

Gula putih adalah hasil proses olahan yang panjang, berasal dari perasan tebu. Dalam prosesnya, perasan tebu tersebut dipanaskan, dikristalkan, diputihkan, diberi pengawet dan seterusnya. Hilangnya semua vitamin, protein, mineral dan enzim, yang tersisa hanyalah karbohidrat.

Memakan gula putih lebih buruk daripada tidak makan sama sekali, karena ia akan menguras dan melarutkan vitamin dan mineral dalam tubuh. Jadi, untuk memproteksi diri dari asupan gula yang tinggi, tubuh terpaksa melakukan beberapa hal, yaitu kalsium dari tulang gigi dan megnesium dari enzim dalam tubuh dimobilisasikan dan digunakan dalam proses kimia untuk menetralkan atau menyeimbangkan tubuh dari keasaman yang ditimbulkan oleh gula putih.

Gula putih yang dimakan setiap hari akan menghasilkan keasaman tubuh yang tinggi dan makin banyak mineral dari dalam tubuh yang dipakai untuk menyeimbangkan asupan tersebut. Tingginya asupan gula akan menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis) dan gigi (gigi tipis dan berlubang), dan tubuh pun akan mulai melemah.

Kelebihan asupan gula dapat memengaruhi seluruh organ tubuh. Mulanya, gula akan disimpan di hati dalam bentuk glukosa. Oleh karena kapasitas hati (lever) terbatas, asupan harian dari gula putih akan membuat hati mengelembung seperti balon. Jika hati sudah meksimum, kelebihan glikogen tersebut dekembalikan ke dalam darah dalam bentuk fatty acids. Kemudian, ia akan dibawa ke seluruh tubuh dan ditaruh dalam tempat yang paling tidak aktif, seperti perut, pantat, paha dan payudara.

Jika tempat-tempat ini pun sudah penuh, fatty acid akan didistriusikan pada organ aktif, seperti jantung dan ginjal. Mulailah organ tersebut melemah dan berubah menjadi lemak. Seluruh badan terpengaruh karena organ tersebut melemah dan tekanan darah menjadi tidak normal. Peredaran sistem limpa mulai diserang dan kualitas dari red corpuscles mulai berubah. Kemampuan badan kita tidak dapat merespons dengan cepat serangan dari luar, seperti dingin, panas, mikroba atau virus.

Kelebihan gula berefek buruk pada otak, kunci dari fungsi otak normal adalah asam glutamat. Vitamin B dalam tubuh akan mengubah asam glutamat. Vitamin B dalam tubuh akan mengubah asam glutamat ini menjadi senyawa kimia yang mengatur kerja otak. Vitamin B diproduksi oleh bakteri baik yang tinggal dalam usus. Ketika gula putih dimakan tiap hari, bakteri ini melemah dan banyak yang mati. Akibatnya, produksi vitamin B menurun drastis.

Banyaknya gula akan membuat orang mengantuk, 1 sampai 2 jam setelah makan nasi, kita akan diserang kantuk, kemampuan kita untuk berpikir dan mengingat pun berkurang. Jadi, mulai sekarang pakailah pemanis alami, yaitu madu, gula aren, gula kelapa, gula singkong dan gula stevia.

3. Salah Kaprah Mengenai Pencuci Mulut

Dimana-mana cuci mulut ya pakai air, bukan buah, itulah yang membuat badan menjadi gemuk karena setelah makan berat, kebanyakan orang makan buah, seharusnya makan buah itu sebelum makan, bukan sesudah makan.

Gula buah yang ada pada buah-buahan cepat terserap. Hal itu menyebabkan pencernaan lebih siap mencerna makanan setelahnya. jadi, mulai sekarang, ubahlah pencuci mulut jadi makanan pembuka. Makanlah buah sebelum makan yang lain. Lima belas menit kemudian, barulah memakan makanan berat.

Beberapa info sehat:

  • Minum segelas air saat perut kosong.
  • Jus dicerna selama 15–20 menit.
  • Buah segar diserna selama 30–40 menit.
  • Sayuran dicerna selama 30–40 menit.
  • Karbohidrat dicerna selama 90 menit.
  • Kacang-kacangan dicerna selama 2,5 hingga 3 jam.
  • Protein hewani dicerna dari 30 menit seperti telur, 3–4 jam seperti daging sapi dll.

4. Makanan Teroksidasi dan Radikal Bebas

Tubuh kita yang luarbiasa dan menakjubkan ini seharusnya diisi dengan produk-produk bermutu. Akan tetapi, faktanya yang terisi dalam tubuh kita justru bahan makanan yang jauh dari kata sehat, salah satunya adalah makanan teroksidasi yang menjadi biang kerok dari berbagai penyakit dan gangguan pada tubuh hingga pada akhirnya memicu kanker.

Apa itu makanan teroksidasi? Makanan yang mengalami penambahan oksigen dari luar yang menyebabkan suatu bahan mengalami perubahan warna atau rasa. Makanan yang dibiarkan terpapar lingkungan luar, terbuka, secara otomatis sudah mengalami oksidasi. Secara ilmiah, oksidasi makanan lebih mudah diakibatkan oleh proses yang dilakukan pada makanan tersebut. ditambah lagi kalau ada bahan-bahan kimia lainnya.

Makanan-makanan yang sudah diproses, seperti direbus, digoreng, dan dibakar sebenarnya harus dikurangi. Dari proses tersebut, terjadi oksidasi dan penurunan nutrisi. Bahkan, dalam sebuah buku nutrisi, disebutkan bahwa kadar nutrisi makanan yang digoreng dan dibakar hanya tersisa 15%. Apalagi, makanan yang digoreng atau dibakar berulang-ulang. Disinilah sebenarnya asal mulai berbagai penyakit.

Makanan teroksidasi tersebut dapat menjadi pemicu radikal bebas dalam tubuh kita. Radikal bebas adalah oksigen lepas yang tidak punya pasangan dan bersifat merusak. Radikal bebas ini jika terlalu banyak bisa jadi pemicu tumbuhnya kanker dan penyakit-penyakit autoimun dan degeneratif lainnya.

Yang lebih mengerikan lagi, ternyata semua jenis bahan kimia sintetik, khususnya seperti penyedap dan pengawet dapat memicu terjadinya radikal bebas karena dimulai dari proses teroksidasinya makanan dalam tubuh akibat proses yang terjadi. Yang paling parah adalah makanan yang dibekukan dalam suhu ekstrem lalu dipanaskan dalam suhu ektrem juga. Contohnya nugget dan produk beku lainnya.

Aku berharap kalian enjoy membaca artikelku ini, setelah membahas bahaya mengkonsumsi makanan yang tidak sehat, jangan tegang ya hehehhe. Kalian juga dapat mendapatkan tips sehat dengan membaca artikel pada link di bawah ini.

Sekian dulu ya pembahasan artikel hari ini, semoga teman-teman bisa mendapat manfaat dari apa yang aku tuliskan. Bila teman-teman rasa postingan ini bermanfaat, berikan aku “claps” ya, agar aku lebih bersemangat lagi untuk menuliskan pembelajaranku mengenai banyak hal.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.

--

--

--

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Desi Ratna Ningsih

Desi Ratna Ningsih

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

More from Medium

Thoughts: 60 Degrees to Snow Day

Chapter Two