HABIT DAN MOTIVASI

Cara Cepat dan Mudah Membentuk Identitas yang Baik dari Kebiasaan/Habit Kecil

Photo by Lala Azizli on Unsplash

Beberapa waktu belakangan ini aku membaca semuah buku yang isinya banyak mengubah pemikiranku, buku itu berjudul Automic Habits karya James Clear, dalam buku tersebut berisikan tentang kebiasaan-kebiasaan kecil yang sering kali kita anggap sepele atau kita remehkan, akan tetapi sebenarnya sangat berdampak dalam jangka panjang. Nah artikel kali ini aku akan membahas mengenai pandanganku setelah membaca buku itu.

“Jika ingin membangun kebiasaan baru, maka buatlah menjadi menarik dan menyenangkan. Sebaliknya, jika ingin meninggalkan kebiasaan yang lama, maka buatlah menjadi sulit dan menyebalkan.” — James Clear

Kesuksesan seringkali terjadi BUKAN karena perubahan besar yang terjadi dalam sekejab, akan tetapi karena hal-hal kecil yang rutin kamu lakukan. Itulah premis utama dari buku Atomic Habits.

Aturan pembentukan kebiasaan prinsip utamanya adalah simpel. Tindakan yang membuahkan hasil menyenangkan akan diulang, dan tindakan yang hasilnya tidak mengenakkan tidak akan diulang. Dari mana kita tahu hasilnya bakal menyenangkan atau tidak? Dari proses trial dan errror.

Ketika kebiasaan mulai terbentuk, aktivitas dalam otak akan menurun. Otak tidak lagi perlu menganalisa segala hal apakah hasilnya akan menyenangkan atau tidak. Inilah mengapa akhirnya nanti sebuah kebiasaan bisa berjalan secara otomatis.

Apa sih yang sebenarnya disebut dengan habit/ kebiasaan itu?

Habit adalah sesuatu yang kita lakukan secara rutin atau teratur, bahkan sering kali kita lakukan secara otomatis.

Contoh dari kebiasaan kecil.

  • Jika kamu ingin hidup sehat, jenis makanan yang sering kamu konsumsi tiap harilah yang akan menentukan kesehatanmu di masa mendatang.
  • Jika kamu rutin membaca buku (walau cuma satu halaman tiap harinya) akan membuat pengetahuan dan perspektif kamu terus bertambah.
  • Kalau kamu adalah seorang penulis atau content creator, kebiasaan untuk rutin menulis atau membuat konten yang akan membuat kamu sukses ke depannya

“Elon Musk grew up reading two books a day, according to his brother. Bill Gates reads 50 books per year. Mark Zuckerberg reads at least one book every two weeks.”

Tiga tingkatan perubahan

Seringkali tidak mudah ketika ingin merubah sebuah kebiasaan, setuju? Berikut adalah alasannya mengapa berubah itu tidak mudah.

  • Kita mencoba mengubah hal yang salah.
  • Cara kita mengubah kebiasaan itu tidak tepat.

Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah konsep tiga tingkatan perubahan:

  1. Merubah hasil/outcomes-nya, misal: ingin lebih sehat, ingin menulis buku, ingin menang sebuah kompetisi.
  2. Merubah prosesnya, yaitu mengubah kebiasaan dan prosesnya, misal: mulai pergi ke gym, rutin menulis tiap hari, mengganti metode latihan.
  3. Merubah identitas, yaitu mengubah belief, cara pandang dan citra diri.

Banyak orang ingin berubah dan memulai dengan merubah hasil atau outcome-nya (perubahan level 1) . Alternatif yang lebih baik adalah kamu mulai untuk mengubah dari identitas kamu (level 3). Berikut contoh sederhana tentang hal itu.

Ketika seseorang yang akan berhenti merokok merespon tawaran sebuah rokok, mana yang menurut kamu akan lebih berhasil:

A: Yang menjawab “Maaf, saya sedang mencoba berhenti merokok”

B: Yang menjawab “Maaf, saya bukan lagi seorang perokok”

Dari respon di atas, si B jauh lebih besar kemungkinannya untuk berhasil. Mengapa? karena dia sudah merubah identitasnya.

Langkah-langkah dalam proses mengubah kebiasaan/habit

Tentukan identitas — tipe orang seperti apa yang kamu ingini

Misalnya: kamu ingin menulis sebuah buku (outcome), maka tanyakan pada diri kamu sendiri “Tipe orang seperti apa yang akhirnya berhasil menulis sebuah buku?”. Bisa jadi jawabannya adalah seorang yang konsisten dan reliable.

Nah, sekarang fokus kamu akan bergeser dari menulis buku (berdasar outcome) ke bagaimana menjadi pribadi yang konsisten dan reliable (identitas)

Buktikan pada diri kamu sendiri dengan keberhasilan-keberhasilan kecil

Dengan keberhasilan kecil maka identitas yang kamu berikan akan semakin kuat tertanam dalam dirimu. Dalam contoh di atas, konsistenlah menulis tiap hari (walau jumlahnya tidak banyak). Hal ini akan membuat identitas kamu sebagai pribadi yang konsisten dan reliable akan semakin kuat.

Empat langkah pembentukan kebiasaan/habit

Proses membentuk habit bisa dibagi menjadi 4 langkah berikut:

  1. Cue, penggerak atau stimulus awal. Ini adalah indikasi awal penanda bahwa nanti akan ada reward, sekaligus yang akan memunculkan craving
  2. Craving, motivasi yang mendasari sebuah kebiasaan. Tanpa craving maka orang tidak akan termotivasi untuk bertindak.
  3. Response, adalah ketika kamu melakukan kebiasaan tersebut
  4. Reward, apa yang kamu dapatkan ketika melakukan kebiasaan tersebut. Tujuan dari kebiasaan adalah untuk mendapatkan reward ini.

Supaya lebih jelas berikut adalah contoh 4 langkah pembentukan habit tersebut (contoh pertama adalah hal yang sering kamu lakukan)

Contoh 1: Kebiasaan/Habit sering mengecek handphone

  • cue: notifikasi di handphone kamu berbunyi/berkedip
  • craving: kamu penasaran ingin tahu apa isi pesannya
  • response: kamu cek handphone dan baca isinya
  • reward: kamu lega dan rasa penasaran hilang

Berikutnya kamu akan langsung mengecek handphone begitu ada notifikasi.

Contoh 2: Kebiasaan/Habit buat kopi setelah bangun tidur

  • cue: Kamu bangun tidur
  • craving: Kamu ingin merasa segar dan terjaga
  • response: Kamu buat dan minum kopi
  • reward: Kamu merasa lebih segar, bertenaga

Berikutnya meminum kopi akan langsung kamu asosiasikan dengan bangun tidur.

Supaya 4 habit bisa berulang, maka kamu membutuhkan 4 langkah di atas. Mengapa demikian?

  • Jika tidak ada cue, habit tidak akan dimulai
  • Jika tidak ada craving, kamu tidak akan termotivasi
  • Jika tidak ada response/tindakannya susah, maka kamu tidak akan melakukannya.
  • Jika tidak ada reward, kamu tidak punya alasan untuk melakukannya lagi

Melakukan hal di atas akan semakin memperkuat kebiasaan/habit baik kamu dan juga bisa menghindarkan kamu dari kebiasaan/habit buruk). Mengapa demikian?

Karena konsekuensi untuk melakukan kebiasaan/habit buruk sangatlah tidak mengenakkan. Ingat sifat dasar kita, mencari kepuasan dan menghindari kesengsaraan.

“To make the process of learning easier, create a to-learn list and write down a list of concepts, thoughts, ideas, mental models and topics you want to explore.”

Sekian dulu ya pembahasan artikel hari ini, semoga teman-teman bisa mendapat manfaat dari apa yang aku tuliskan. Bila teman-teman rasa postingan ini bermanfaat, berikan aku “claps” ya, agar aku lebih bersemangat lagi untuk menuliskan pembelajaranku mengenai banyak hal.

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca artikel ini.

--

--

--

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Desi Ratna Ningsih

Desi Ratna Ningsih

Data Science Enthusiast, Remote Worker, Course Trainer, Archery Coach, Psychology and Philosophy Student

More from Medium

10 Uplifting Quotes Which will Brighten up your day

12 Essential Speech Hints to Calm Your Nerves

10 effective ways towards self-care

How Chronic Pain Makes Life’s Everyday Tasks a Challenge